Home / Nusantara

Selasa, 23 Agustus 2022 - 16:43 WIB

Wakil Dubes Rusia Terkesan Syariah Islam di Aceh

ACEHZONE.COM | BANDA ACEH – Wakil Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia untuk Indonesia, Veronika Novoseltseva kembali melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar.

Veronika Mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Sabtu (20/8) kemarin disambut langsung Wali Nanggroe, dan kemudian menuju Meuligoe Wali Nanggroe.
“Kunjungan Wakil Dubes Federasi Rusia ke Aceh dalam rangka kunjungan balasan,” kata Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, M. Nasir Syamaun MPA, Senin (22/8).

Ia mengatakan, pada 27 Juli lalu Wali Nanggroe mengadakan kunjungan ke Kedubes Federasi Rusia di Jakarta, dalam rangka menjajaki hubungan kerjasama Aceh dan Federasi Rusia.

Selain itu, pada kunjungan di Jakarta tersebut, Wali Nanggroe juga mengundang Veronika untuk datang langsung ke Aceh. Usai bertemu di hari pertama ketibaannya di Aceh, Minggu 21 Agustus 2022, Veronika kembali menyambangi Meuligoe Wali Nanggroe.

Khususnya di bidang konservasi harimau, Veronika mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin menaruh perhatian khusus. Berdasarkan informasi disampaikan Wali Nanggroe dan Forum Konservasi Leuser (FKL) yang turut hadir di Meuligoe Wali Nanggroe mengenai upaya konservasi harimau di Aceh, Veronika berharap akan ada pertukaran pengalaman antara Aceh dan Rusia di bidang tersebut.

Ia mengatakan, dirinya sangat ingin agar informasi mengenai konservasi harimau di Aceh dapat disampaikan ke masyarakat Rusia khususnya dan dunia internasional pada umumya. “Terutama mengingat pada 5 September nanti di Rusia akan diadakan forum internasional mengenai isu-isu terkait pelestarian harimau,” kata Veronika.

Selain itu, Federasi Rusia, kata Veronika sangat berminat dengan produk-produk dari Indonesia termasuk dari Aceh seperti kopi, buah-buahan dan produk lainnya, yang siap dibeli oleh negaranya dalam jumlah besar.

Ditanyai soal penerapan Syariat Islam di Aceh, Veronika menjelaskan, dirinya sangat terkesan dengan apa yang berlaku di Aceh. Sebelum berkunjung langsung, ia mengaku pengetahuannya tentang Aceh tidak begitu menyeluruh.

Dari pengalaman kunjungan kali ini, Veronika mengatakan bahwa masyarakat Aceh sangat toleran. “Saya lihat memang ada banyak masjid, tapi juga ada gereja-gereja, ada juga tempat ibadah dari agama-agama lain,” sebutnya.

Baca Juga :  Mendagri Minta DPRK Usul Tiga Nama Calon Pj Bupati Aceh Tamiang

Ia juga mendapati informasi bahwa selama ini ada banyak turis yang berkunjung ke Aceh, dan tidak pernah terjadi persoalan dengan masyarakat setempat. Veronika bahkan sangat mendukung masyarakat Rusia untuk berwisata ke Aceh, untuk melihat tradisi dan kebudayaan, pemandangan alam, menikmati kuliner khas Aceh, terutama kopi, serta untuk mengetahui lebih banyak tentang Aceh.

“Kebudayaan dan tradisi yang Aceh punya bisa menjadi suatu warisan yang harus dijaga dan diperlihatkan kepada masyarakat internasional,” sebut Veronika.

Kepada Wali Nanggroe, ia mengusulkan untuk dibangun partnership antara Aceh dengan salahsatu daerah atau negara bagian di Federasi Rusia, terutama wilayah yang memiliki banyak penduduk muslim, seperti Tatarstan, Tajikistan, dan Chechnya, di bidang produk-produk halal, dan bidang lainnya.

“Saya mau kirim rekomendasi ke Rusia supaya ada kontak-kontak langsung ke Aceh untuk menetapkan pedoman partnership tersebut,” ungkap Veronika.

Sementara itu Wali Nanggroe mengungkapkan, suatu kehormatan besar bagi dirinya, dan masyarakat Aceh secara menyeluruh atas kunjungan Wakil Dubes Federasi Rusia ke Aceh.

“Kami baru bertemu, tapi seperti sudah lama berkenal, ini suatu kesan yang luar biasa,” kata Wali Nanggroe usai pertemuan.

Kepada Veronika, Wali Nanggroe menyampaikan bahwa masyarakat Aceh sudah lama menaruh perhatian terhadap Rusia. Sebagai sebuah negarara maju, Wali Nanggroe berharap akan segera terbangun suatu kerjasama di berbagai bidang antara Aceh dengan Rusia.

Di Asia tenggara, Aceh termasuk wilayah yang memiliki banyak satwa harimau, tetapi dalam keadaan yang cukup mengkhawatirkan. Jika tidak dilakukan konservasi dengan baik, bukan tidak mungkin keberadaan Harimau Sumatera di Aceh akan punah. “Dalam hal ini kita punya kesamaan antara Aceh dan Rusia,” kata Wali Nanggroe.

Selain negara maju, masyarakat Rusia juga banyak yang melakukan perjalanan wisata ke berbagai negara. Wali Nanggroe sangat berharap agar wisatawan dari Rusia dapat berkunjung ke Aceh yang dikenal memiliki banyak pantai-pantai yang indah, dan hutan tropical yang bagus. Ia juga berharap terbangun hubungan yang baik antara orang Rusia dan orang Aceh.

Baca Juga :  Pekan Tari Gunongan Berlangsung Meriah, Kawula Muda hingga Keluarga Padati Situs Sejarah Gunongan

Wali Nanggroe juga bercerita, Rusia merupakan salah satu negara yang memiliki kesan tersendiri bagi dirinya. Kisah itu terjadi pada tahun 1981, saat dirinya masih menjabat sebagai Perdana Menteri Geraka Aceh Merdeka (GAM).

“Saya dipanggil Presiden kita waktu itu, almarhum Tgk. Hasan Muhammad di Tiro untuk menghadap ke Stockhom, Swedia,” kata Wali Nanggroe.

Dalam perjalanan ke Swedia, dirinya transit sejenak di Bandara Moskow. “Rusia adalah tempat pertamakali saya menjejakkan kaki di Benua Eropa,” sebut Wali Nanggroe.

Menanggapi cerita Wali Nanggroe, Veronika langsung mengatakan, mengundang Wali Nanggroe untuk menjejakkan kaki untuk kali kedua di Rusia. “Terimakasih,” kata Wali Nanggroe.

Pada kesempatan itu, Wali Nanggroe juga menyampaikan terimakasih kepada Federasi Rusia yang turut membantu Aceh saat musibah tsunami tahun 2004 silam. “Kedatangan ini, saya harapkan hubungan Aceh dengan rusia akan terus berkembang,” tambah Wali Nanggroe.

Usai pertemuan di Meuligoe, didampingi Wali Nanggroe Veronika menyempatkan diri menikmati panorama alam di Puncak Geurute, Aceh Jaya, sembari menikmati kelapa muda yang dijajakan penjual setempat.

Di perjalanan kembali dari Geurutee, Veronika juga singgah di Rumoh Cut Nyak Dien di Lampisang, Aceh Besar.

Atas sambutan Wali Nanggroe dan seluruh pihak yang dijumpai Veronika di Aceh, ia menyampaikan terimakasih. “Dan pastilah saya akan datang kembali untuk melihat-lihat lebih lanjut tentang Aceh. Saya berharap hubungan antara Indonesia secara menyeluruh, dan dengan Aceh akan semakin meningkat,” ucap Veronika.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Acehzone.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Acehzone.com”, caranya klik link https://t.me/acehzone, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Share :

Baca Juga

550 Balita di Medan Alami Stunting, Pemko Siapkan Anggaran Rp 198 miliar Acehzone.com

Nusantara

550 Balita di Medan Alami Stunting, Pemko Siapkan Anggaran Rp 198 miliar
Menpora Cek Kesiapan Aceh-Sumut Sebagai Tuan Rumah PON 2024 Acehzone.com

Nusantara

Menpora Cek Kesiapan Aceh-Sumut Sebagai Tuan Rumah PON 2024
31 Anak Alami Gagal Ginjal Akut di Aceh, 20 Meninggal Dunia Acehzone.com

Nusantara

31 Anak Alami Gagal Ginjal Akut di Aceh, 20 Meninggal Dunia
Pemprov Ingin Membuat Traksaksi Nyaman Bagi Wisatawan di Aceh Acehzone.com

Finance

Pemprov Ingin Membuat Traksaksi Nyaman Bagi Wisatawan di Aceh
Akademisi sarankan anak muda kurangi akses media sosial cegah FOMO Acehzone.com

Nusantara

Akademisi sarankan anak muda kurangi akses media sosial cegah FOMO
Aceh Masih Berpotensi Banjir dan Angin Kencang Acehzone.com

Lingkungan

Aceh Masih Berpotensi Banjir dan Angin Kencang
Azwir Nazar Pimpin Iskada Aceh Acehzone.com

Nusantara

Azwir Nazar Pimpin Iskada Aceh
Stok Logistik di Posko Pengungsian Banjir Aceh Tamiang Kosong Acehzone.com

Nusantara

Stok Logistik di Posko Pengungsian Banjir Aceh Tamiang Kosong