Home / Nusantara

Jumat, 13 Januari 2023 - 06:31 WIB

Sri Mulyani Sebut Anak Muda Sekarang Tidak Suka Bekerja di Kantor

JAKARTA, ACEHZONE.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pandemi Covid-19 selama tiga tahun telah mengubah cara hidup masyarakat termasuk anak muda atau para milenial. Meskipun PPKM sudah tidak diberlakukan lagi, menurut Sri Mulyani, para pekerja muda sekarang menjadi nyaman untuk terus bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Saya enggak mengerti kenapa anak-anak muda sekarang itu enggak suka pergi ke kantor. Mereka lebih suka (bekerja) dari rumah ibunya,” kata Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan di acara CEO Banking Forum di Jakarta, Senin (9/1/2023).

Menurutnya, ini adalah dampak pandemi yang paling mengubah kebiasaan masyarakat dan akan bertahan cukup lama. Wajar saja, selama tiga tahun pandemi, masyarakat memang terbiasa melakukan segala aktivitas dari rumah, termasuk bekerja.

Baca Juga :  Tempat Wisata di Takengon, 5 Lokasi Ini Bikin Liburan Makin Berkesan

Terlebih lagi, bagi anak muda yang memasuki dunia kerja pada masa pandemi, maka pergi ke kantor setiap hari menjadi hal yang sangat asing. Karenanya, kebiasaan sebelum ada pandemi harus kembali dibangun dari awal.

“Apa yang terjadi di dalam pemulihan sesudah tiga tahun manusia hibernated, kita semua kan hibernated kan ada di ruangan masing-masing di rumah, suddenly kantor itu menjadi tempat yang tidak familiar, you need to adjust again,” ujarnya.

Situasi masyarakat saat ini sebenarnya sudah lebih percaya diri untuk keluar rumah. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan vaksinasi untuk membangun imunitas tubuh terhadap virus corona.

Baca Juga :  Pemerintah Percepat Pencairan Dana Stimulan Terdampak Gempa Cianjur

“3 tahun setelah ini kita merasa percaya diri dengan vaksin dan booster,” tuturnya.

Namun, saat masyarakat kembali mulai beraktivitas, tiba-tiba dihadapkan dengan masalah lain, seperti inflasi akibat kenaikan harga barang-barang imbas perang Rusia-Ukraina. Ini adalah permasalahan baru yang harus dihadapi dan akan berlanjut di 2023.

“2023 dunia harus menjinakkan inflasi dengan menaikkan suku bunga. Pada saat debt stock-nya tinggi, ini pasti berdampak tidak hanya resesi di berbagai negara yang utangnya sangat tinggi, tapi juga berpotensi mengalami debt crisis,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Pemerintah Percepat Pencairan Dana Stimulan Terdampak Gempa Cianjur Acehzone.com

Nusantara

Pemerintah Percepat Pencairan Dana Stimulan Terdampak Gempa Cianjur
Gelapkan Dana COD, Seorang Kurir J&T Express Ditahan Polisi Acehzone.com

Nusantara

Gelapkan Dana COD, Seorang Kurir J&T Express Ditahan Polisi
Inflasi Aceh 6,9 persen, Jokowi: Banyak Dana Pemda Nganggur di Bank Acehzone.com

Finance

Inflasi Aceh 6,9 persen, Jokowi: Banyak Dana Pemda Nganggur di Bank
Reza Fahlevi Resmi Jabat Pj Wali Kota Sabang Acehzone.com

Nusantara

Reza Fahlevi Resmi Jabat Pj Wali Kota Sabang
Pemerintah Aceh Salur Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Selatan Acehzone.com

Nusantara

Pemerintah Aceh Salur Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Selatan
Titah Kapolri: Minta Jajaran Raih Kepercayaan Publik; Kasus Sambo Harus Dibuka Acehzone.com

Nusantara

Titah Kapolri: Minta Jajaran Raih Kepercayaan Publik; Kasus Sambo Harus Dibuka
DPRA Revisi Qanun Jinayat tentang Kekerasan Seksual terhadap Anak Acehzone.com

Nusantara

DPRA Revisi Qanun Jinayat tentang Kekerasan Seksual terhadap Anak
Data 1,3 Milyar No HP Indonesia di Duga Bocor, Ada NIK dan Nama Operator Acehzone.com

Nusantara

Data 1,3 Milyar No HP Indonesia di Duga Bocor, Ada NIK dan Nama Operator