Home / Finance

Kamis, 29 September 2022 - 10:06 WIB

Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

ACEHZONE.COM | JAKARTA – Ancaman resesi ekonomi secara global semakin nyata di depan mata. Ini disebabkan kenaikan suku bunga acuan secara agresif yang dilakukan bank sentral berbagai negara untuk meredam laju inflasi.

Dalam pergelaran konferensi pers APBN KiTa pada awal pekan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksi, ekonomi dunia akan masuk jurang resesi pada 2023. Proyeksi ini dibuat mengacu pada studi Bank Dunia terkait pengetatan kebijakan moneter bank sentral berbagai negara.

“Kalau bank sentral di seluruh dunia melakukan peningkatan suku bunga secara cukup ekstrem dan bersama-sama, maka dunia pasti mengalami resesi di tahun 2023,” ujar Sri Mulyani, dikutip dari pemberitaan Kompas.com sebelumnya, Rabu (28/9/2022).

Dengan risiko resesi global yang semakin nyata, peningkatan porsi kepemilikan uang tunai dinilai semakin perlu. Sebab, resesi global berpotensi berimplikasi terhadap keberlangsungan hidup individu.

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi Mike Rini Sutikno menjelaskan, resesi yang berpotensi terjadi nanti utamanya akan disebabkan oleh lonjakan inflasi. Dengan demikian, individu perlu merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhannya.

Di sisi lain, resesi berpotensi mengganggu pendapatan individu. Risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi sangat mungkin terjad di tengah perlambatan roda perekonomian nasional.

Baca Juga :  Siap-siap! Dolar AS Tembus Rp 16.000 Tinggal Tunggu Waktu

“Karena itu memang masuk akal dalam kondisi seperti ini kita itu meningkatkan kita punya dana emergency,” tambah beliau.

Uang Tunai Sebagai Dana Darurat

Mike menjelaskan, peningkatan porsi uang tunai sebagai dana darurat diperlukan untuk menjaga likuiditas individu di tengah ketidakpastian ekonomi ke depan.

Dengan tingkat likuiditas keuangan yang baik, individu akan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama.

“Dalam rangka peningkatan likuiditas ini adalah peningkatan dari dana darurat, menjaga dana darurat kita sesuai dengan kebutuhan kita,” katanya.

Perlukah kurangi dana untuk investasi?

Meskipun tingkat kepemilikan uang tunai memang perlu ditingkatkan, Perenana Keuangan Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menyebutkan, bukan berarti individu perlu mengurangi porsi investasinya.

Menurut dia, individu masih dapat berinvestasi, tetapi dalam instrumen berisiko rendah. Selain itu, disarankan juga instrumen investasi yang dipilih dapat dicairkan dengan mudah menjadi uang tunai.

“Karena kalau berbentuk uang tunai semua, seperti yang kita tahu, misal berbentuk uang tunai, uang tersebut kemungkinan akan kita simpan di tabungan bank atau didepositokan. Bunganya, imbal hasilnya bisa dibilang minim, enggak kuat melawan inflasi,” tuturnya.

Baca Juga :  Inflasi Aceh 6,9 persen, Jokowi: Banyak Dana Pemda Nganggur di Bank

Oleh karenanya, ia merekomendasikan individu untuk menempatkan dana investasinya di instrumen berisiko rendah, seperti logam mulia atau deposito. Reksa dana berbasis penghasilan tetap juga dapat menjadi pilihan.

“Yang enggak boleh, uang masih berbentuk properti, itu kan susah jualnya, perlu waktu. Itu yang dihindari,” ujarnya.

“Atau misal berisiko tinggi di pasar saham atau reksa dana berbasis pasar saham, itu kita hindari. Kenapa? Nanti ketika waktunya dibutuhkan, misal nilainya anjlok, itu membuat cadangan dana kita kurang,” tambah Andy.

Namun demikian, jika individu memiliki profil risiko investasi agresif, kepemilikan saham masih bisa menjadi pilihan, dengan catatan tetap memperhatikan kondisi pasar dan prospek ke depan.

“Perlu atau tidaknya mengurangi kepemilikan saham tergantung profil risiko masing-masing,” ucap Andy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Acehzone.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Acehzone.com”, caranya klik link https://t.me/acehzone, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Share :

Baca Juga

Inflasi Aceh 6,9 persen, Jokowi: Banyak Dana Pemda Nganggur di Bank Acehzone.com

Finance

Inflasi Aceh 6,9 persen, Jokowi: Banyak Dana Pemda Nganggur di Bank
Bank Indonesia Luncurkan Uang Kertas Terbaru Hari Ini Acehzone.com

Finance

Bank Indonesia Luncurkan Uang Kertas Terbaru Hari Ini
Ada Poin HGU 95 Tahun di Rancangan Aturan IKN, Bahlil: Itu Strategi Marketing! Acehzone.com

Finance

Ada Poin HGU 95 Tahun di Rancangan Aturan IKN, Bahlil: Itu Strategi Marketing!
Siap-siap! Dolar AS Tembus Rp 16.000 Tinggal Tunggu Waktu Acehzone.com

Finance

Siap-siap! Dolar AS Tembus Rp 16.000 Tinggal Tunggu Waktu
Pemerintah Aceh dan DPRA Tandatangani KUA PPAS 2023 Acehzone.com

Nusantara

Pemerintah Aceh dan DPRA Tandatangani KUA PPAS 2023
Pemprov Ingin Membuat Traksaksi Nyaman Bagi Wisatawan di Aceh Acehzone.com

Finance

Pemprov Ingin Membuat Traksaksi Nyaman Bagi Wisatawan di Aceh
Tarif Baru Angkutan Penyeberangan Tak Sesuai Harapan Pengusaha Acehzone.com

Bisnis

Tarif Baru Angkutan Penyeberangan Tak Sesuai Harapan Pengusaha
Penipuan Melalui Website Palsu Sasar Pengguna Action Mobile Banking Bank Aceh Acehzone.com

Finance

Penipuan Melalui Website Palsu Sasar Pengguna Action Mobile Banking Bank Aceh