Home / Nusantara

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 06:50 WIB

Presiden Jokowi: Perketat pengawasan obat terkait kasus ginjal akut

ACEHZONE.COM | JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar ada pengetatan pengawasan obat terkait maraknya kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (“acute kidney injury”/AKI) di Indonesia.

“Tadi siang kan sudah disampaikan oleh Menteri Kesehatan secara detail ya, yang paling penting pengawasan terhadap industri obat harus diperketat lagi, tugas semuanya,” kata Presiden Jokowi seusai menghadiri acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-58 Partai Golkar di Jakarta, Jumat (21/10) malam.

Saat ini tercatat kematian pasien AKI karena gangguan ginjal akut mencapai 133 jiwa dari total 241 orang pasien yang dirawat di 22 provinsi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyebab gangguan ginjal akut tersebut adalah karena patogen yang menjadi cemaran obat sirop bernama etilen glikol, dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol butil ether (EGBE).

Baca Juga :  210 Personel Brimob Aceh Amankan KTT G-20 di Bali

Pemerintah telah menemukan obatnya bernama Fomepizole (injeksi) yang masih harus didatangkan dari produsennya di Singapura.

BPOM telah mengumumkan lima produk obat sirop di Indonesia yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) melampaui ambang batas aman, yaitu pertama Termorex Sirup (obat demam) produksi PT Konimex; Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu) produksi PT Yarindo Farmatama; Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu) produksi Universal Pharmaceutical Industries; Unibebi Demam Sirup (obat demam) produksi Universal Pharmaceutical Industries; dan Unibebi Demam Drops (obat demam) produksi Universal Pharmaceutical Industries.

BPOM melakukan uji sampel terhadap 39 bets dari 26 sirop obat yang diduga mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang diduga digunakan pasien gagal ginjal akut sebelum dan selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga :  Sekda Aceh Ikuti Secara Virtual Penyerahan 1,5 Juta Sertifikat Tanah oleh Presiden Jokowi

Selain penggunaan obat, katanya, masih ada beberapa faktor risiko penyebab kejadian gagal ginjal akut, seperti infeksi virus, bakteri leptospira, dan “multisystem inflammatory syndrome in children” (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca-COVID-19.

BPOM telah melakukan tindak lanjut dengan memerintahkan kepada industri farmasi pemilik izin edar untuk melakukan penarikan sirop obat dari peredaran di seluruh Indonesia dan pemusnahan untuk seluruh bets produk.

Penarikan mencakup seluruh “outlet”, antara lain pedagang besar farmasi, instalasi farmasi pemerintah, apotek, instalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, dan praktik mandiri tenaga kesehatan.

Share :

Baca Juga

Beredar Kabar Sekda Aceh Diganti Acehzone.com

Nusantara

Beredar Kabar Sekda Aceh Diganti
Tingkat Kerawanan Sosial Diprediksi Meningkat dan Berlangsung Lama Acehzone.com

Nusantara

Tingkat Kerawanan Sosial Diprediksi Meningkat dan Berlangsung Lama
Bikin Ngakak, Hanya di Indonesia Ada Tukang Fhoto Copy Keliling Disingkat Fotcopling Acehzone.com

Nusantara

Bikin Ngakak, Hanya di Indonesia Ada Tukang Fhoto Copy Keliling Disingkat Fotcopling

Nusantara

Lawan Berita Hoax, JMSI akan Berkontribusi pada Pemilu 2024
Diskominsa Aceh Perkuat Keamanan Ruang Digital Bersih dari Hoaks Melalui IMA dan ISA Acehzone.com

Aceh

Diskominsa Aceh Perkuat Keamanan Ruang Digital Bersih dari Hoaks Melalui IMA dan ISA
Jual Pertamax Rp 14.500 Masih Dibilang Rugi, Dirut Pertamina Beberkan Hitungannya Acehzone.com

Nusantara

Jual Pertamax Rp 14.500 Masih Dibilang Rugi, Dirut Pertamina Beberkan Hitungannya
Kantor NasDem Dilempari “Telur Busuk”, Demokrat Aceh : Mengotori Ruang Demokrasi dan Harus di Usut Acehzone.com

Nusantara

Kantor NasDem Dilempari “Telur Busuk”, Demokrat Aceh : Mengotori Ruang Demokrasi dan Harus di Usut
Optimalkan Penerimaan Pajak Pusat Melalui Aplikasi “e-Katrol” Acehzone.com

Nusantara

Optimalkan Penerimaan Pajak Pusat Melalui Aplikasi “e-Katrol”