Home / Nusantara

Kamis, 17 November 2022 - 09:08 WIB

Pemerintah Diminta Telusuri Penyebab Rohingya Kerap Terdampar di Aceh

ACEHZONE.com | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh diminta melakukan pengecekan serta menggali lebih dalam terkait penyebab imigran asal Myanmar etnis Rohingya kerap terdampar di perairan daerah setempat.

Pasalnya, kejadian tersebut sudah berulang kali terjadi. Bahkan, pada November 2022 dua hari berturut-turut dengan total jumlahnya 229 jiwa.

“Kita sudah sampaikan kepada Pemerintah Aceh, terkait penanganan imigran Rohingya harus di cek dan hati-hati, apa penyebabnya mereka terdampar di perairan Aceh,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Yahdi Hasan kepada Wartawan, Rabu (16/11).

Menurut Yahdi Hasan, secara kemanusian memang perlu diberikan perhatian. Namun, patut juga menggali informasi lebih jauh ihwal pendaratan etnis Rohingya itu ke Aceh.

Baca Juga :  BPBD Bersama BMKG Sosialisasikan Program Mitigasi Bencana

Yahdi menyampaikan, pendalaman informasi ini sangat penting untuk mengetahui apakah memang dugaan jual beli manusia atau ada unsur lainnya.

“Sudah berulang kali mereka terdampar di Aceh, bahkan ada kita dengan mereka korban perdagangan manusia. Makanya pemerintah harus hati-hati,” imbuhnya.

Selain itu, DPRA meminta agar pemerintah Aceh melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait penanganan rohingya tersebut.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 119 etnis Myanmar Rohingya kembali mendarat di pesisir pantai tepatnya di Desa Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (16/11).

Baca Juga :  Jalankan Perintah Kapolri, Polda Aceh Akan Berantas Judi Hingga ke Akar-akarnya

Camat Dewantara, Nawafil Mahyudha mengatakan, etnis Rohingya tersebut mendarat di pesisir pantai sekira pukul 05:30 WIB.

“Sementara ini etnis Rohingya tersebut telah ditampung di balai nelayan Desa Bluka Teubai untuk sementara waktu,” kata Yudha.

“Sementara ini telah kami data dan berikan makanan serta minuman, yang turut dikoordinir oleh panglima laut.

Selanjutnya kami serahkan kepada yang berwenang bagaimana tindak lanjut,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Buka Donasi untuk Turki, Rakyat Aceh Dipanggil Ulurkan Tangan Bantu Korban Gempa Bumi Acehzone.com

Aceh

Buka Donasi untuk Turki, Rakyat Aceh Dipanggil Ulurkan Tangan Bantu Korban Gempa Bumi
Zaqhlul dan Amalia Terpilih Jadi Agam Inong Aceh 2022 Acehzone.com

Nusantara

Zaqhlul dan Amalia Terpilih Jadi Agam Inong Aceh 2022
Pemanfaatan Digital Marketing Di Era Digitalisasi Acehzone.com

Aceh

Pemanfaatan Digital Marketing Di Era Digitalisasi
Api Lalap Lima Ruko dan Dua Mobil di Peusangan Bireuen Acehzone.com

Nusantara

Api Lalap Lima Ruko dan Dua Mobil di Peusangan Bireuen
Aceh Masuk 5 Besar Sub-Indeks Travel And Tourism Demand Drivers Acehzone.com

Nusantara

Aceh Masuk 5 Besar Sub-Indeks Travel And Tourism Demand Drivers
Viral Bendera Merah Putih Dibakar, Polda Aceh Turun Tangan Acehzone.com

Nusantara

Viral Bendera Merah Putih Dibakar, Polda Aceh Turun Tangan
Menuju Desa Tangguh Bencana, BPBA dan PUSAKA Adakan Pelatihan Mitigasi Bencana di Aceh Tenggara Acehzone.com

Nusantara

Menuju Desa Tangguh Bencana, BPBA dan PUSAKA Adakan Pelatihan Mitigasi Bencana di Aceh Tenggara
Jokowi Perintahkan Mentan Hingga Kepala Daerah Cek Stok Beras Acehzone.com

Nusantara

Jokowi Perintahkan Mentan Hingga Kepala Daerah Cek Stok Beras