Home / Artikel

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 06:46 WIB

Mengoptimalkan Fungsi Keluarga

ACEHZONE.COM | OPINI – OLEH Dr H AGUSTIN HANAPI Lc MA, Dosen Prodi Hukum Keluarga UIN Ar-Raniry dan Anggota IKAT-Aceh

Mengoptimalkan Fungsi Keluarga Acehzone.com

SEBAGAIMANA diberitakan harian Serambi Indonesia bahwa sepanjang tahun 2022, tercatat ada sembilan kasus pemerkosaan terhadap anak masuk ke Mahkamah Syar`iyah (MS) Jantho, empat perkara di antaranya dilakukan oleh pelaku yang masih ada hubungan mahram/darah dan hubungan dekat dengan korban mulai dari tetangga, anak tiri, pacar, (Serambi, 9/8/2022).

Miris dan pilu, rasanya sulit menerima peristiwa amoral ini secara akal sehat, tetapi benar adanya dan itu terjadi di sekitar kita, mungkin kasus serupa tidak hanya tercatat di Mahkamah Syar`iyah Jantho, tetapi di daerah lain namun diselesaikan secara kekeluargaan sehingga kasusnya tidak sampai ke Mahkamah Syar`iyah.

Hasil investigasi di lapangan menyatakan bahwa salah satu faktor utamanya pengaruh teknologi seperti Handphone yang membuat orang mudah mengakses konten bermuatan pornografi atau juga tontonan, lirik lagu yang dapat membangkitkan birahi, dan tayangan film atau iklan televisi yang terkadang menampilkan adegan yang kurang pantas bagi kita yang menganut budaya Timur.

Kemudian faktor lain adalah akibat penggunaan narkoba yang menghilangkan akal sehat manusia untuk melakukan aksi bejat tersebut.

Nauzubillah! Fenomena di atas berdampak buruk bagi korban, mereka mengalami tekanan psikis hingga depresi dengan gejala kelesuan kronis, gangguan tidur, mimpi buruk, merasa terisolasi dari masyarakat sekitar, dan menarik diri karena malu dengan apa yang dialaminya.

Begitu juga bagi pelaku, menerima hujatan dan sumpah serapah serta sanksi sosial dari masyarakat.

korban dan pelaku, mereka merasa malu, sedih, dan mengalami tekanan batin yang luar biasa bahkan ada yang mengasingkan diri dari masyarakat.

Peran keluarga Deretan kasus kekerasan seksual yang menimpa bumi Aceh ini membuat penulis berpikir bahwa ada yang kurang dalam fungsi keluarga kita.

Bagaimana agar kasus memilukan seperti ini tidak terjadi lagi pada keluarga kita, salah satunya adalah dengan memperkuat fungsi keluarga yang delapan yaitu fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan.

Nampaknya ada fungsi keluarga yang tidak berjalan dengan baik, dari fungsi-fungsi tersebut di antaranya empat fungsi keluarga yang harus diperkuat dalam keluarga kita masing-masing yaitu fungsi agama, fungsi ini dinilai sangat penting karena kurangnya pemahaman terhadap agama ditengarai menjadi penyebab terjadinya suatu kejahatan.

Mengoptimalkan Fungsi Keluarga Acehzone.com

Ads –  Jasa Pengiriman Mobil ke Seluruh Indonesia

Untuk itu perlu ditanamkan nilai-nilai tauhid pada setiap jiwa keluarga kita bahwa Allah sang Maha Pencipta, Maha Melihat dan Maha Mendengar, segala perintah- Nya harus dikerjakan, dan segala bentuk larangan-Nya harus ditinggalkan, apapun yang dikerjakan hamba-Nya akan mendapatkan ganjaran sesuai perbuatannya, bagi yang berbuat baik akan ditempatkan dalam surga, sebaliknya bagi yang berbuat jahat akan ditempatkan dalam neraka.

Baca Juga :  Pendekatan Pencegahan dan Penanggulangan Banjir

Di sisi lain, mendidik anak agar selalu konsisten menunaikan salat lima waktu yang merupakan bentuk penghambaan diri kepada Allah agar imannya semakin kuat sehingga mampu membentengi dirinya dari perbuatan keji sebagaimana disebutkan di atas.

Yang paling utama adalah menanamkan rasa cinta kepada Allah swt sehingga segala ibadah yang dilakukan tidak hanya bersifat ritual semata, kering tanpa ruh kehambaan kepada-Nya, termasuk mampu membaca serta memahami kandungan Alquran secara baik, karena pemahaman secara komprehensif terhadap kandungan Alquran sungguh sangat membantu untuk mengimplementasikan setiap titah Allah agar selalu berada dalam ridha-Nya.

Jika belum mampu membaca Alquran, menjadi tugas kita sebagai kepala keluarga untuk memfasilitasi anak-anak kita dengan memasukkannya ke Lembaga formal seperti Taman Pendidikan Alquran atau non formal dengan mendatangkan guru privat, dan pemerintah juga harus hadir dan peduli dengan menyiapkan sarana dan prasarana di setiap Gampong agar anakanak mudah belajar Alquran.

Kemudian orang tua menyiapkan buku bacaan yang islami seperti keteladanan para Rasul, sahabat, serta kisah- kisah yang menginspirasi lainnya, kemudian orang tua mengawasi tontonan dan menjalin komunikasi intens terhadap anak-anaknya.

Berikutnya mengoptimalkan fungsi cinta kasih.

Setiap anggota keluarga satu sama lain berupaya saling memberikan rasa cinta dan kasih sayang, semuanya diperlakukan sama tanpa ada pilih kasih.

Orang tua mampu dan mau memberikan pelukan, ciuman kepada anaknya, memuji dan memanggil nama anak dengan penuh kelembutan agar terjadi ikatan batin dan hubungan emosional yang erat antara anak dengan orang tua sehingga orang tua mudah menyampaikan pesan agar anak tetap menjaga diri dan tidak melakukan perbuatan keji.

Baca : Belajar Buat Website Tanpa Coding

Begitu juga dengan si anak tentu akan lebih mudah mengamalkan pesan-pesan orang tuanya dan merasa malu jika melakukan kejahatan.

Di sisi lain, menyediakan quality time bagi keluarga, meluangkan waktu untuk makan bersama, berdiskusi serta berbagi pengalaman.

Berusaha hadir bersama anak dalam berbagai kegiatannya agar anak tidak banyak memiliki waktu kosong yang dapat mengarahkannya kepada kegiatan kesenangan pribadi yang berbau pornografi.

Sex education di dalam rumah dari orang tua juga menjadi hal penting yang sudah harus dimulai agar anak aware dan mampu menjaga diri dari kejahatan seksual yang ada di sekitarnya.

Dalam hal ini pemerintah juga sudah harus hadir sebagai fasilitator bagi orang tua untuk belajar tentang sex education.

Baca Juga :  Ketua IMKKKGL Gayo Lues Ingatkan Tentang Masih Tingginya Angka Kejadian Stunting di Kabupaten Gayo Lues

Mengawasi pergaulan anak agar anak tidak mudah terpengaruh dan penasaran dengan konten-konten pornografi yang mungkin ditonton oleh temannya, anak paham bahaya dan negatifnya dari tontonan serta aktivitas seksual yang belum boleh dia lakukan sehingga memiliki benteng diri yang kuat sejak dari rumah, anak memiliki selfestem yang tinggi sehingga tidak mudah ikut-ikutan melakukan tindak kejahatan seksual yang juga membahayakan dirinya.

Selain itu, fungsi perlindungan juga perlu dioptimalkan.

Baca : Mau jago Berbisnis Online via Whatshapp

Baca : Cara Menghasilkan Uang dari Internet Marketing

Sejak dini orang tua harus melakukan upaya pengayoman dan perlindungan terhadap anak dan keluarganya.

Orang tua menjadi garda terdepan terhadap usaha percobaan pelecehan terhadap anggota keluarganya, atau jika ada yang berusaha merusak kehormatan keluarganya.

Bukan bersekongkol menjerumuskan keluarga kepada hal jahat, berani melapor jika melihat kemungkaran dan hal lain yang menimpa anggota keluarganya, bahkan berusaha mengajak dan menemani keluarga ke lembaga penegak hukum untuk mendapatkan keadilan.

Kemudian jika ada masalah maka keluarga menjadi “tempat pulang”, artinya keluarga dapat memberikan perlindungan dan tempat bernaung bagi seorang individu yang sedang memiliki masalah.

Itulah sebabnya, keluarga seharusnya mengajarkan arti saling melindungi dan mengayomi, sehingga setiap anggota keluarga merasa memiliki “rumah” untuk berlindung dari tindakan-tindakan yang kurang menyenangkan di lingkungan masyarakat.

Berikutnya adalah Fungsi Pendidikan.

Rendahnya tingkat pendidikan formal dalam diri seseorang juga dapat menimbulkan dampak mudahnya terpengaruh melakukan suatu kejahatan tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya.

Untuk itu kita harus sadar betul bahwa pendidikan dapat mempengaruhi pola fikir dan perilaku manusia, maka pendidikan menjadi sebuah prioritas.

Berusaha mendorong dan memotivasi keluarga agar dapat mengecap pendidikan hingga ke level yang tertinggi sehingga dapat memudahkannya dalam menganalisis kondisi dari berbagai problematika hidup yang dihadapi.

Dalam Islam urgensi keluarga dinilai begitu penting, fondasi awal pergerakan hidup seseorang dan sebagai lembaga pendidikan pertama dalam membentuk karakter setiap orang bahkan merupakan bagian dari lima pilar yang harus dilindungi yaitu agama, jiwa, akal, keturunan dan harta.

Banyak kesuksesan dan kebaikan lahir dari keluarga yang taat.

Pun, banyak problematika sosial terjadi disebabkan ruh keluarga hilang sebagai pusat pembentukan karakter manusia.

Oleh sebab itu, jangan sampai kita lupa untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi keluarga yang ada sehingga keluarga kita selamat dunia akhirat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Acehzone.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Acehzone.com”, caranya klik link https://t.me/acehzone, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Share :

Baca Juga

Diskusi Pagi Sambil Minum Kopi di Kampung Kami Acehzone.com

Artikel

Diskusi Pagi Sambil Minum Kopi di Kampung Kami
JERITAN NELAYAN, PASKA LANGKA DAN NAIKNYA HARGA BBM Acehzone.com

Artikel

JERITAN NELAYAN, PASKA LANGKA DAN NAIKNYA HARGA BBM
Flexing : Sebuah Tren Hedonisme Dikalangan Generasi Muda Acehzone.com

Artikel

Flexing : Sebuah Tren Hedonisme Dikalangan Generasi Muda
Fenomena BRIN vs BMKG tentang Prakiraan Cuaca Akhir Tahun Acehzone.com

Artikel

Fenomena BRIN vs BMKG tentang Prakiraan Cuaca Akhir Tahun
Peran E-Commerce Sebagai Alat Bantu Penjualan Masa Kini Acehzone.com

Artikel

Peran E-Commerce Sebagai Alat Bantu Penjualan Masa Kini
Pendekatan Pencegahan dan Penanggulangan Banjir Acehzone.com

Artikel

Pendekatan Pencegahan dan Penanggulangan Banjir
Ketua IMKKKGL Gayo Lues Ingatkan Tentang Masih Tingginya Angka Kejadian Stunting di Kabupaten Gayo Lues Acehzone.com

Artikel

Ketua IMKKKGL Gayo Lues Ingatkan Tentang Masih Tingginya Angka Kejadian Stunting di Kabupaten Gayo Lues
5 Hard Skill yang Perlu Dikuasai saat Banyak Pekerjaan yang Digantikan Mesin Acehzone.com

Artikel

5 Hard Skill yang Perlu Dikuasai saat Banyak Pekerjaan yang Digantikan Mesin