Home / Politik

Jumat, 13 Januari 2023 - 08:21 WIB

Krisis Politik Sebabkan Masalah Rohingya makin Sulit

Menlu RI Retno Marsudi menyoroti isu Myanmar ketika menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2023, di Jakarta, Rabu (11/1/2023). ANTARA/HO-Kemlu RI

Menlu RI Retno Marsudi menyoroti isu Myanmar ketika menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2023, di Jakarta, Rabu (11/1/2023). ANTARA/HO-Kemlu RI

JAKARTA, ACEHZONE.COM – Penyelesaian masalah pengungsi Rohingya menjadi semakin sulit dengan adanya krisis politik di Myanmar.

Isu Rohingya tidak akan dapat diselesaikan jika akar masalah di Myanmar tidak diselesaikan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi, dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2023 di Jakarta, Rabu (11/1/2023).

Menlu Retno mencatat, dalam tiga bulan terakhir, Indonesia menerima tambahan 644 orang pengungsi Rohingya, yang terdampar dalam perjalanan mereka dari kamp-kamp pengungsian di Bangladesh ke negara lain yang dapat memberikan mereka penghidupan yang layak.

Dengan tambahan itu, maka ada 1.500 migran etnis Rohingya yang terdaftar di Indonesia dan kini diurus oleh badan PBB untuk pengungsi (UNHCR).

Baca Juga :  AHY : Demokrat Istiqamah Berjuang Bersama Rakyat

Indonesia sendiri tidak bisa memberi suaka bagi para pengungsi Rohingya karena belum meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Teuku Faizasyah, menyatakan Indonesia selalu memberikan dukungan kemanusiaan, antara lain dengan mengizinkan pengungsi yang terdampar untuk turun dari perahu mereka, seperti yang banyak terjadi di Aceh.

“Itu adalah salah satu prinsip yang bisa kita pegang sekarang. Kita juga bekerja sama dengan Organisasi Migrasi Internasional dan UNHCR. Itu yang perlu kita lakukan saat ini,” tutur Faizasyah.

Lebih dari 700 ribu Rohingya melarikan diri dari tempat asal mereka di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, pada 2017, untuk menghindari penumpasan yang dilakukan militer terhadap etnis yang tidak diakui sebagai warga negara Myanmar itu.

Baca Juga :  AHY Berharap Generasi Milenial dan Z Memilih dengan Rasional

Mereka kemudian mencari perlindungan ke Bangladesh, di mana mereka tinggal di kamp-kamp pengungsian yang kumuh dan rentan penyakit.

Sejak saat itu, nasib mereka terkatung-katung tanpa kejelasan. Proses repatriasi yang diupayakan antara Myanmar dan Bangladesh juga tidak ada kemajuan.

Sementara itu, Myanmar kini dihadapkan pada krisis politik yang dipicu kudeta militer pada 1 Februari 2021 terhadap pemerintah terpilih.

Junta yang kini berkuasa di Myanmar semakin menyurutkan kemauan warga Rohingya untuk kembali ke Rakhine, karena mereka khawatir akan diserang lagi.

Share :

Baca Juga

NasDem Resmi Usung Anies Jadi Capres untuk Pemilu 2024! Acehzone.com

Nusantara

NasDem Resmi Usung Anies Jadi Capres untuk Pemilu 2024!
NasDem Ngaku 80% Akan Koalisi dengan Partai Demokrat dan PKS Acehzone.com

Politik

NasDem Ngaku 80% Akan Koalisi dengan Partai Demokrat dan PKS
Demokrat Kembali Tolak Keras Sistem Pemilu Proporsional Tertutup, AHY: Jangan Sampai Hak Rakyat Dirampas Acehzone.com

Nusantara

Demokrat Kembali Tolak Keras Sistem Pemilu Proporsional Tertutup, AHY: Jangan Sampai Hak Rakyat Dirampas
Politisi Demokrat Zulfikar Sah Sebagai Wakil Ketua II DPRK Langsa PAW Ir Joni Acehzone.com

Politik

Politisi Demokrat Zulfikar Sah Sebagai Wakil Ketua II DPRK Langsa PAW Ir Joni
AHY : Demokrat Istiqamah Berjuang Bersama Rakyat Acehzone.com

Politik

AHY : Demokrat Istiqamah Berjuang Bersama Rakyat
Komisi 1 DPRA Ingatkan KPU Kuota Caleg Parlok di Aceh 120 Persen Acehzone.com

Aceh

Komisi 1 DPRA Ingatkan KPU Kuota Caleg Parlok di Aceh 120 Persen
Mahfud Tolak Tanggapi Usul Penonaktifan Kapolri & Isu Komjen Mundur Acehzone.com

Politik

Mahfud Tolak Tanggapi Usul Penonaktifan Kapolri & Isu Komjen Mundur
Gelar Rapimnas, Demokrat Bahas Kondisi Ekonomi Bangsa Hingga Rencana Pemilu 2024 Acehzone.com

Pemilu

Gelar Rapimnas, Demokrat Bahas Kondisi Ekonomi Bangsa Hingga Rencana Pemilu 2024