Home / Hukum dan Kriminal / Satwa

Kamis, 15 September 2022 - 09:09 WIB

Kasus Kematian Tiga Harimau di Aceh Timur, Dua Pemburu Babi Dituntut 30 Bulan Penjara

ACEHZONE.COM | BANDA ACEH – Kasus kematian tiga ekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Rabu 14 September 2022.

Majelis hakim sidang dengan agenda pembacaan tuntutan ini diketuai oleh Apriyanti SH serta Zaki Anwar SH dan Wahyu Diherpan SH masing-masing sebagai hakim anggota.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Muhammad Iqbal Zaqwan SH MH, menuntut kedua terdakwa, JP (38) dan JM (56) dengan tuntutan hukuman 30 bulan penjara dan denda Rp50 juta, subsider enam bulan kurungan.

Kedua terdakwa asal Tapanuli Tengah, Sumatra Utara yang berprofesi sebagai pemburu babi ini mengikuti proses persidangan secara virtual dari Lapas Kelas IIB Idi.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan, ditambah denda sebesar Rp 50 juta subsidair 6 bulan,” kata Iqbal.

Baca Juga :  RKUHP: Pelaku Zina Bakal Dipenjara Setahun

Dia menyatakan, kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah karena mereka yang melakukan, menyuruh melakukan, dan yang turut mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

“Sebagaimana diatur dalam Pasal 40 ayat 2 Jo Pasal 21 Ayat 2 huruf a UU No 5/1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP,” sebut Iqbal.

[masterslider id=”1″]

Selanjutnya, majelis hakim memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk melakukan pembelaan dan sidang akan dilanjutkan pada Senin, 19 September 2022 mendatang dengan agenda mendengarkan nota pembelaan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga Harimau Sumatera ditemukan mati terjerat di kawasan HGU PT Aloer Timur, Desa Sri Mulya, Kec. Peunaron, Kab. Aceh Timur, Aceh pada Minggu 24 April 2022.

Polisi memeriksa delapan orang pemburu babi asal Sumatra Utara yang ada di kawasan itu. Ditemukan dua buah gulungan aring atau sling yang sama persis menjerat tiga Harimau Sumatera. Selain itu, ditemukan juga beberapa helai bulu burung Kuau Raja yang juga satwa dilindungi.

Baca Juga :  Tak Terima Ditegur, 2 Pemuda di Medan Bacok Pria Pakai Samurai

Polisi kemudian menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Rekan kerja pelaku yang hadir di persidangan sebelumnya mengakui, kelompok berjumlah delapan orang itu berbagi peran dalam hal wilayah atau area akan dijelajahi.

Diduga kuat, area yang kemudian menjadi lokasi tiga ekor harimau terjerat adalah area milik kedua terdakwa memasang jerat atau perangkap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Acehzone.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Acehzone.com”, caranya klik link https://t.me/acehzone, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Share :

Baca Juga

Aktivis HAM : Presiden Jokowi Keliru Simpulkan Kasus HAM di Aceh Acehzone.com

Aceh

Aktivis HAM : Presiden Jokowi Keliru Simpulkan Kasus HAM di Aceh
Soal Harimau Hilang Dan Tewas Di Agara, Mapala UGL Kutacane Singgung BKSDA Acehzone.com

Satwa

Soal Harimau Hilang Dan Tewas Di Agara, Mapala UGL Kutacane Singgung BKSDA
PSK di Banda Aceh dan Sekitarnya Kebanyakan Ternyata IRT dan Single Parent Acehzone.com

Hukum dan Kriminal

PSK di Banda Aceh dan Sekitarnya Kebanyakan Ternyata IRT dan Single Parent
AJI Menuntut 19 Pasal RKUHP yang Membahayakan Kebebasan Pers Dicabut Acehzone.com

Hukum dan Kriminal

AJI Menuntut 19 Pasal RKUHP yang Membahayakan Kebebasan Pers Dicabut
Tim Intelijen Kejagung dan Tim Tabur Kejati Aceh Berhasil Menangkap DPO Kejati Sumatera Utara Acehzone.com

Aceh

Tim Intelijen Kejagung dan Tim Tabur Kejati Aceh Berhasil Menangkap DPO Kejati Sumatera Utara
Polres Simeulue Cek Penyu Belimbing Bertelur di Pantai Along Acehzone.com

Aceh

Polres Simeulue Cek Penyu Belimbing Bertelur di Pantai Along
Tekan Konflik Gajah, Pemkab Pidie Akan Bangun Sanctuary Acehzone.com

Nusantara

Tekan Konflik Gajah, Pemkab Pidie Akan Bangun Sanctuary
Diduga Terkait Pemberitaan, Jurnalis Media Online di Labuhan batu Dianiaya OTK Acehzone.com

Hukum dan Kriminal

Diduga Terkait Pemberitaan, Jurnalis Media Online di Labuhan batu Dianiaya OTK