Home / Nusantara

Minggu, 11 September 2022 - 21:28 WIB

Jual Pertamax Rp 14.500 Masih Dibilang Rugi, Dirut Pertamina Beberkan Hitungannya

ACEHZONE.COM | JAKARTA – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, blak-blakan soal penjualan BBM jenis Pertamax. Menurutnya, bensin dengan oktan 92 itu masih dijual rugi.

Padahal harga Pertamax sudah naik dari sebelumnya Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter. Di sisi lain, harga minyak mentah dunia juga saat ini sudah mengalami penurunan.

BARIS IKLAN :
Jasa Pengiriman Mobil ke Seluruh Indonesia

Belanja Online, PASTI MURAH

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Nicke menyebutkan, bahwa Pertamina sudah memiliki hitung-hitungan bisnis agar perusahaan tetap untung meski Pertamax dijual rugi.

“Iya secara produk, iya jual rugi (Pertamax). Namanya kita jualan, kita selalu maintain bottom line,” beber Nicke dikutip dari live streaming kanal Youtube TV Parlemen, Jumat (9/9/2022).

Dari hitungan Pertamina, harga jual Pertamax Rp 14.500 per liter masih belum menutup biaya produksi dan distribusinya.

Terlebih, kebutuhan BBM di dalamnya tak bisa dicukupi dari kilang Pertamina yang hanya memasok kebutuhan domestik sekitar 60 persen saja. Artinya, kekurangan pasokan harus diimpor dari luar.

Beberapa waktu lalu, Nicke sempat menyebutkan kalau harga keekonomian Pertamax seharusnya di kisaran Rp 17.000 per liter.

[masterslider id=”1″]

Subsidi silang

Baca Juga :  Pemenang Penghargaan Jurnalistik JMSI 2022

Ia bilang, Pertamina selama ini mengandalkan subsidi silang dalam bisnisnya. Hal ini berbeda dengan Solar dan Pertalite, di mana selisih harganya ditanggung pemerintah melalui subsidi BBM.

Kerugian dalam penjualan Pertamax, selama ini ditutup dari keuntungan besar penjualan minyak di hulu. Dia mencontohkan, Pertamina yang juga mengebor minyak, sempat menikmati keuntungan besar saat harga minyak mentah dunia melambung tinggi.

“Saat harga (minyak mentah) naik, kita untung di hulu. Tapi beban (rugi) di hilir. Makanya tahun lalu kita masih untung,” ungkap Nicke.

Nicke melanjutkan, sebagai perusahaan negara, Pertamina harus menerima konsekuensi penugasan dari pemerintah untuk ikut mengurangi dampak negatif dari kenaikan harga minyak.

Menurut Nicke, porsi penjualan BBM Pertamina sebagian besar dikontribusi dari BBM subsidi. Sehingga hitungan untung rugi perusahaan masih sangat bergantung pada subsidi yang diberikan APBN.

“Sekarang BBM subsidi 87 persen dari total penjualan, PSO. Itulah BUMN (yang membedakan dengan swasta), itu (jual rugi Pertamax) beban Pertamina,” kata Nicke.

“Ini yang harus dilihat pemerintah 3 yang balance (seimbang) yakni daya beli masyarakat, badan usaha sehat, dan APBN sehat,” tambah dia.

Nicke berujar, Pertamax dijual rugi sepenuhnya ditanggung Pertamina. Sementara APBN hanya menanggung selisih harga Pertalite dan Solar.

Baca Juga :  Puluhan Lembaga Peduli Bencana Ikut Berpartisipasi, Menjelang Musyawarah III Forum PRB Aceh

“Kalau kita lihat kategorinya (Pertamax) dalam regulasi adalah JBU (Jenis BBM Umum) yang harganya itu fluktuatif disesuaikan ICP, floating price. Tapi Pertamax kemudian pemerintah mengendalikan juga harganya,” ucap dia.

BARIS IKLAN :
ITBOX Solusi Pintar Belajar Digital

Cara Menghasilkan Uang dari Internet Marketing

Pertamina juga tidak menaikkan harga Pertamax terlalu tinggi juga karena nantinya dikhawatirkan masyarakat penggunanya akan beralih ke Pertalite.

“Karena kalau pertamax disesuaikan dengan market price, maka ini akan lebih banyak lagi yang ke Pertalite,” beber Nicke.

Nicke bilang, selama ini, kerugian menjual Pertamax ditanggung Pertamina. Lain halnya dengan Solar yang masuk kategori Jenis BBM Tertentu (JBT) maupun Pertalite yang tergolong Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

“Pertamax selisihnya itu yang menanggung Pertamina, jadi tidak diganti pemerintah, tidak ada. Tidak masuk. JBT adalah Solar, JBKP Pertalite, untuk Pertamax itu JBU secara aturan,” terang Nicke.

“JBU lain selain Pertamax itu floating price, makanya kemarin ICP turun, itu turun juga,” imbuh dia.
SUMBER : KOMPAS.COM

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Acehzone.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Acehzone.com”, caranya klik link https://t.me/acehzone, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Share :

Baca Juga

Aura positif selimuti dunia lewat G20 Indonesia Acehzone.com

G20

Aura positif selimuti dunia lewat G20 Indonesia
Ingat Obat Sirop Dilarang Sementara, Kematian Gagal Ginjal Anak Nyaris 50% Acehzone.com

Nusantara

Ingat Obat Sirop Dilarang Sementara, Kematian Gagal Ginjal Anak Nyaris 50%
Diskominfosandi HSU Maksimalkan Beragam Media dalam Penyebaran Informasi Publik Acehzone.com

Nusantara

Diskominfosandi HSU Maksimalkan Beragam Media dalam Penyebaran Informasi Publik
ACEHZONE.com MOU Dengan HMPS-Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Acehzone.com

Info Kampus

ACEHZONE.com MOU Dengan HMPS-Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tolak Kenaikan BBM, Sejumlah Buruh Aceh Lakukan Demo di DPRA Acehzone.com

Nusantara

Tolak Kenaikan BBM, Sejumlah Buruh Aceh Lakukan Demo di DPRA
Partai Demokrat Targetkan 15 Persen Kursi Parlemen pada Pemilu 2024 Acehzone.com

Nusantara

Partai Demokrat Targetkan 15 Persen Kursi Parlemen pada Pemilu 2024
Kepala BNPB Pastikan Penanganan Banjir dan Longsor di Manado Berjalan Baik Acehzone.com

Haba Bencana

Kepala BNPB Pastikan Penanganan Banjir dan Longsor di Manado Berjalan Baik
Rumah Kosong di Ulee Kareng Terbakar Acehzone.com

Nusantara

Rumah Kosong di Ulee Kareng Terbakar