Home / Infografis

Kamis, 27 Oktober 2022 - 08:50 WIB

Ingat! Istilah “Sumpah Pemuda” Bukan Muncul pada 28 Oktober 1928

ACEHZONE.COM | JAKARTA – Munculnya istilah “Sumpah pemuda” tak bisa terlepas dari sejarah Kongres Pemuda II yang berlangsung selama dua hari yakni Sabtu-Minggu, 27-28 Oktober 1928.

Dalam “Sumpah Pemuda: The Making and Meaning of A Symbol of Indonesian Nationhood” yang dilansir Asian Studies Review, Keith Foulcher menyebutkan bahwa istilah “Sumpah Pemuda” baru muncul pada tiga dekade setelahnya.

Dalam Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928 belum dinamakan “Sumpah Pemuda” tapi disebut sebagai “Putusan Kongres” yang berbunyi:

Poetoesan Congres Pemoeda-Pemoeda Indonesia

Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.

Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Tahun 1930, dibentuk Indonesia Moeda. Kala itu, hasil Kongres Pemuda II disebut sebagai “Tiga Semboyan.”

Baca Juga :  PRO-KONTRA di Cabutnya Izin Pakai Taman Ratu Safiatuddin Untuk Jalan Sehat Bersama Anies

Tiga Semboyan

Berbangsa satu = Bangsa Indonesia

Berbahasa satu = Bahasa Indonesia

Bertanah Air satu ialah Tanah Air Indonesia

Saat diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia pada 1938, putusan Kongres Pemuda II disebut-sebut dengan istilah “Sumpah Kita.”

Sumpah Kita

Kita bertoempah tanah satoe, jaitoe bangsa Indonesia.

Kita berbangsa satoe, jaitoe bangsa Indonesia.

Kita berbahasa satoe, jaitoe bahasa Indonesia.

Saat diselenggarakan Kongres Pemuda tahun 1949 (pasca-Proklamasi), putusan Kongres Pemuda II disebut-sebut dengan istilah “Sembojan Perdjuangan”

Sembojan Perdjuangan

Satu Bangsa-Bangsa Indonesia

Satu bahasa-Bahasa Indonesia

Satu Tanah Air-Tanah Air Indonesia

Satu Negara-Negara Indonesia

Pada 1950, Presiden Soekarno mulai memunculkan istilah “sumpah” yang terilhami dari putusan Kongres Pemuda II. Namun belum tegas menyebut “Sumpah Pemuda.”

Baru di tahun 1955, di tengah kunjungan ke kota Solo, Jawa Tengah, Presiden Soekarno menyebut tiga poin Putusan Kongres II dengan istilah “Sumpah Pemuda.”

Baca Juga :  Upaya Mendatangkan Obat Gagal Ginjal Akut

“Maka sejak pertengahan 1950-an, nampaknya mulai muncul istilah ‘kelahiran Sumpah Pemuda’, belum sebagai istilah resmi namun sebagai istilah untuk menyebut peristiwa sejarah yang telah direkonfigurasi menjadi momen yang mendasari kebangsaan dan identitas nasional,” tulis Foulcher.

Pada 1957, istilah ‘Sumpah Pemuda’ dimunculkan secara besar-besaran. Pada 28 Oktober 1957 diadakan perayaan Kongres Pemuda II dalam skala besar untuk pertama kalinya secara meriah.

Pada 1959, terbitlah Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur. Dalam Surat Keputusan tersebut disebutlah Hari Sumpah Pemuda jatuh pada 28 Oktober dan menjadi salah satu dari enam hari bersejarah nasional yang bukan hari libur.

(Dirangkum dari berbagai sumber)

Share :

Baca Juga

Benarkan Car Free Day Efektif Mengurangi Emisi Karbon? Acehzone.com

Artikel

Benarkan Car Free Day Efektif Mengurangi Emisi Karbon?
Deforestasi Rawa Singkil Meningkat Acehzone.com

Infografis

Deforestasi Rawa Singkil Meningkat
Gerhana Matahari 25 Oktober, Indonesia Kebagian? Acehzone.com

Infografis

Gerhana Matahari 25 Oktober, Indonesia Kebagian?
Kekuatan Ekonomi Indonesia Dibanding Negara Lain Acehzone.com

Infografis

Kekuatan Ekonomi Indonesia Dibanding Negara Lain
10 Gempa Besar di Indonesia Awal 2023, Aceh Singkil Teratas Acehzone.com

Infografis

10 Gempa Besar di Indonesia Awal 2023, Aceh Singkil Teratas
Menjamin Ketersediaan Pangan di Indonesia Acehzone.com

Infografis

Menjamin Ketersediaan Pangan di Indonesia
Pelindungan Korban Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik Acehzone.com

Infografis

Pelindungan Korban Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik
PRO-KONTRA di Cabutnya Izin Pakai Taman Ratu Safiatuddin Untuk Jalan Sehat Bersama Anies Acehzone.com

Infografis

PRO-KONTRA di Cabutnya Izin Pakai Taman Ratu Safiatuddin Untuk Jalan Sehat Bersama Anies