Home / Jurnalis Gampong

Selasa, 1 November 2022 - 08:00 WIB

Dua Desa di Aceh Besar Sepakati Qanun Gampong, Pelanggar akan Disanksi Berat

Desa Lamtutui dan Lamteungoh, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar menyepakati qanun gampong tentang ketertiban dan ketenteraman masyarakat.

Desa Lamtutui dan Lamteungoh, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar menyepakati qanun gampong tentang ketertiban dan ketenteraman masyarakat.

ACEHZONE.COM | BANDA ACEH – Desa Lamtutui dan Lamteungoh, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar menyepakati qanun gampong tentang ketertiban dan ketenteraman masyarakat, Sabtu (31/10).

Kesepakatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Lamtutui. Diambil setelah dibahas pasal per pasal oleh perangkat Gampong dari dua desa tersebut.

Rapat berhasil menyepakati 12 Bab dan 45 Pasal. Pendampingan dan penyusunan sendiri sudah dimulai sejak Maret 2022.

Kegiatan tersebut, merupakan hasil Pendampingan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) Universitas Syiah Kuala yang diketuai Teuku Muttaqin Mansur.

Keuchik Lamtutui, Baharuddin Z menyampaikan terima kasih kepada tim Pengabdi yang telah mendamping penyusunan Qanun.

“Sudah lama kami ingin menyusun Qanun Gampong ini, tapi belum terlaksana. Kami sangat bersyukur Prof Muttaqin dan timnya membantu mendampinginya sampai tuntas,” katanya dalam rilis yang diterima Acehzone.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi, Kota Medan Banjir Lagi

Lanjutnya, qanun tersebut sangat penting bagi masyarakat mengingat persoalan sosial dan kearifan lokal, serta penghormatan kepada syariat Islam yang mulai tergerus akibat modernisasi.

“Kami ingin mempertahankan kearifan lokal daerah yang berlandaskan syari’at Islam,” tuturnya.

Didampingi Keuchik Gampong Lamteungoh. dengan qanun tersebut pihaknya berharap masyarakat dapat menaatinya sehingga terjaga ketertiban dan ketenteraman dalam masyarakat seperti pada masa lalu.

Sementara itu, Teuku Muttaqin Mansur menyebutkan, pendampingan tersebut merupakan salah satu tridarma perguruan tinggi bidang pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan kampus Universitas Syiah Kuala (USK).

“Alhamdulillah, saya dan tim dalam lima tahun terakhir ini diberikan kepercayaan oleh Rektor melalui LPPM USK melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Ini merupakan wujud kepedulian kampus dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dan membantu masyarakat menjaga ketertiban dan ketenteramannya,” ujar Ketua Tim Pengabdi.

Baca Juga :  Jalan Peusangan Siblah Krueng Rusak Parah, Tokoh Masyarakat Sudah Lelah Bersuara

Menurut Muttaqin, qanun tersebut penting sebagai daya ikat masyarakat, menjaga kearifan lokal, prosesnya pun dilakukan secara buttom up, kebutuhannya masyarakat, bukan kepentingan yang lain. Menurutnya, ada yang sangat menarik yang diatur, dan berbeda dengan pengalamannya di tempat lain. Misalnya, masyarakat Gampong Lamtutui dan Lamteungoh mengatur larangan penyebaran fitnah, hasutan, hoax, khalwat, hingga ke pemakaian, dan peredaran narkotika.

“Tidak tanggung-tanggung, sanksi yang akan diberikan untuk jenis larangan ini, dari teguran lisan, tertulis, hingga pemutusan segala bentuk pelayanan administrasi Gampong. Itu sanksi terberat yang diterapkan,” jelasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, keuchik dan tuha peut, para kepala dusun, imum meunasah, tokoh pemuda, dan sejumlah masyarakat lainnya dari kedua gampong.

Hadir juga mitra pengabdi dari (GDI) Rahmi Fajri, serta peninjau, Nasruddin Hasan, Dewan Pengawas Lembaga Geuthee Institute.

Share :

Baca Juga

Jalan Peusangan Siblah Krueng Rusak Parah, Tokoh Masyarakat Sudah Lelah Bersuara Acehzone.com

Jurnalis Gampong

Jalan Peusangan Siblah Krueng Rusak Parah, Tokoh Masyarakat Sudah Lelah Bersuara
Curah Hujan Tinggi, Kota Medan Banjir Lagi Acehzone.com

Jurnalis Gampong

Curah Hujan Tinggi, Kota Medan Banjir Lagi
Siap Siap Masa Jabatan Kades Satu Priode 9 Tahun, 3 Persen Dari DD Dapat Digunakan Biaya Operasional Desa Acehzone.com

Jurnalis Gampong

Siap Siap Masa Jabatan Kades Satu Priode 9 Tahun, 3 Persen Dari DD Dapat Digunakan Biaya Operasional Desa