Home / Nusantara

Rabu, 21 September 2022 - 06:43 WIB

Bandara SIM Tak Ada Izin Berangkatkan Jamaah Umrah, Terpaksa Terbang Melalui Medan

ACEHZONE.COM | BANDA ACEH – BANDA ACEH – Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang Aceh Besar hingga kini belum juga mendapatkan izin untuk bisa memberangkatkan jamaah umrah dari Aceh langsung ke Tanah Suci Arab Saudi.

Akibatnya, puluhan ribu jamaah umrah Aceh untuk bisa berangkat ke Tanah Suci terpaksa harus terpaksa harus terbang melalui Medan yakni Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA), Sumatera Utara. Menyikapi kondisi ini Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA menyurati dua kementerian RI terkait kepastian keberangkatan jamaah umrah asal Aceh ke Arab Saudi melalui Bandara SIM Aceh Besar.

Dua kementerian yang disurati adalah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Surat tertanggal 20 September 2022 itu juga ditujukan ke Kedutaan Besar (Kedubes) Kerajaan Arab Saudi di Jakarta.

Syech Fadhil berharap dua kementerian ini dapat membantu warga Aceh untuk melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi. Pasalnya, sejak dibuka kembali pelaksanaan Ibadah umrah pada tahun 1444 Hijriah oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, jumlah warga Aceh yang antri untuk berangkat mencapai 24 ribu orang.

ITBOX Solusi Pintar Belajar Digital

Cara Menghasilkan Uang dari Internet Marketing

Jasa Pengiriman Mobil ke Seluruh Indonesia

Belanja Online, PASTI MURAH

“Saya berharap Menteri Perhubungan dapat memberi kemudahan secara teknis sehingga jamaah umrah asal Aceh bisa berangkat melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar sesuai dengan aturan perundangan-undangan yaug berlaku,” tulis Senator Aceh yang dikenal dekat dengan ulama ini, dalam suratnya ke Menhub RI tertanggal 20 September 2022.

Baca Juga :  Diskominfosandi HSU Maksimalkan Beragam Media dalam Penyebaran Informasi Publik

Sedangkan untuk Menteri Luar Negeri dan Duta Besar RI di Riyadh, Syech Fadhil meminta permohonan dukungan diplomasi bagi perizinan maskapai penerbangan jamaah umrah asal Aceh “Sehubungan dengan telah dibuka kembali pelaksanaan ibadah umrah pada tahun 1444 Hijriah oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan besarnya jumlah jamaah umrah asal Aceh (lebih dari 24.000 jamaah) yang keberangkatannya direncanakan hingga tahun 2023.

Mengingat Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Ibadah Haji dan Umrah yang termaktub pada Pasal 17, poin a yang berbunyi, “Memberangkatkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Bandara King AbdulAziz Jeddah atau Bandara lainnya,” tulis Syech Fadhil dalam surat ke Menlu RI.

“Berkenaan dengan hal tersebut, saya mengharapkan bantuan Menteri Luar Negeri, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, untuk meminta kemudahan perizinan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi bagi setiap maskapai penerbangan yang memberangkatkan jamaah umrah asal Aceh, Indonesia melalui Embarkasi Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar ke Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah dan Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah,” tulisnya lagi.

Baca Juga :  Sejumlah Jalan di Banda Aceh Mulai Berlubang, Cek Status Wewenang Siapa

Sebagaimana yang perlu diketahui, ada 24 ribu calon jamaah umrah asal Aceh yang kini menanti keberangkatan dari Bandara SIM.

Terkait hal ini, Pemerintah Aceh dan Lion Air sudah sepakat untuk memberangkatkan jamaah umrah dari Banda Aceh. Akan tetapi masih terkendala dengan aturan GACA (General Authority of Civil Aviation) atau otoritas umum penerbangan sipil di bandara Arab Saudi.

Dimana dalam aturan GACA tersebut, terdapat jumlah berapa kali setiap penerbangan dari maskapai tertentu untuk bisa mendarat di Bandara Arab Saudi.

“Adapun yang mampu merubah aturan GACA tersebut adalah pihak Kerajaan Arab Saudi. Jika misalnya Kedubes RI di Riyadh melobi/menyurati agar memberikan izin kepada Lion Air atau maskapai lainnya agar dapat terbang dari dan ke Banda Aceh – Saudi Arabia untuk umrah, ini sangat terbantu,” ujar Syech Fadhil.

“Sebagai informasi saat ini jamaah umrah dari Aceh yang antri sebanyak 24.000 orang. Suatu jumlah yang banyak, sangat disayangkan bila berangkat dari Medan.

“Kita berharap surat tadi mendapat respon positif dari dua Kementerian dan Dubes Arab Saudi di Jakarta dan dapat ditindaklanjuti,” jelas sahabat Ustadz Abdul Somad ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Acehzone.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Acehzone.com”, caranya klik link https://t.me/acehzone, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Share :

Baca Juga

Polisi Lakukan Patroli di Seluruh Aceh Terkait Naik Harga BBM Acehzone.com

Nusantara

Polisi Lakukan Patroli di Seluruh Aceh Terkait Naik Harga BBM
Bangunan Rumah Sakit Regional Aceh Tengah Ambruk Acehzone.com

Nusantara

Bangunan Rumah Sakit Regional Aceh Tengah Ambruk
One Village one Kreator Digital Acehzone.com

Nusantara

One Village one Kreator Digital
Ratusan Keuchik Dari Bireuen Silaturahmi dengan HRD di Senayan Acehzone.com

Nusantara

Ratusan Keuchik Dari Bireuen Silaturahmi dengan HRD di Senayan
Dana Otsus Aceh 2023 Rp3,9 T, Ini Alokasi DAU-DAK Provinsi, Pemkab Aceh Utara, dan Pemko Lhokseumawe Acehzone.com

Nusantara

Dana Otsus Aceh 2023 Rp3,9 T, Ini Alokasi DAU-DAK Provinsi, Pemkab Aceh Utara, dan Pemko Lhokseumawe
Aklamasi, Abu Razak Ketua KONI Aceh Periode 2022-2026 Acehzone.com

Nusantara

Aklamasi, Abu Razak Ketua KONI Aceh Periode 2022-2026
Cabdin Bireuen Bantu 1 Ton Beras Untuk Korban Banjir Aceh Tamiang Acehzone.com

Nusantara

Cabdin Bireuen Bantu 1 Ton Beras Untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Soal Pengerukan Pelabuhan Kuala Langsa, Said Mahdum Minta Dukungan Pj Gubernur Aceh Acehzone.com

Lingkungan

Soal Pengerukan Pelabuhan Kuala Langsa, Said Mahdum Minta Dukungan Pj Gubernur Aceh