Home / Politik

Rabu, 11 Januari 2023 - 17:57 WIB

Akademisi: Sistem Pemilu proporsional tertutup alihkan kekuasaan rakyat ke partai

BANDA ACEH, ACEHZONE.COM – Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Wais Alqarni menilai pelaksanaan Pemilu dengan sistem proporsional tertutup bisa mengalihkan kekuasaan demokrasi dari rakyat ke tangan partai.

“Pemilu dengan sistem proporsional tertutup itu bisa membuat beralihnya sumber kekuasaan dari rakyat kepada penguasa partai,” kata Wais Alqarni, di Banda Aceh, Rabu.

Wais mengatakan, dalam kajian Pemilu dan kepartaian, sejatinya sistem dengan proporsional tertutup maupun terbuka adalah sama-sama untuk menjamin jumlah kursi yang dimenangkan setiap kali pesta demokrasi, dan partai merefleksikan sedekat mungkin jumlah suara yang didapatkan.

Namun, kata Wais, pasca 1999 dengan berbagai pertimbangan, sistem Pemilu tertutup sudah ditinggalkan, dan memperlihatkan bahwa cara tersebut tidak sesuai lagi untuk diterapkan dalam era modern dan semakin demokratis ini.

Baca Juga :  Wacana Dapil Khusus Simeulue untuk DPRA Menguat

“Tentu dengan banyak alasan kenapa ditinggalkan, seperti menjauhkan konstituen dengan anggota dewan terpilih, tidak menguntungkan partai-partai kecil, menguatnya oligarki internal partai, serta beralih kekuasaan dari rakyat ke penguasa partai,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Wais, permasalahan tidak akan selesai jika hanya melihat atau membandingkan kedua sistem tersebut.

Tetapi, langkah yang seharusnya dilakukan adalah bukan beralih ke proporsional tertutup, melainkan upaya besar untuk memperbaiki sistem Pemilu dengan proporsional terbuka agar lebih ideal penerapannya di Indonesia.

Baca Juga :  Senada Dengan Demokrat, PKS Sambut Baik Nasdem Usung Anies Sebagai Capres

“Upaya besar itu adalah penguatan fungsi partai politik dan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan Pemilu sampai berakhirnya masa jabatan yang terpilih,” kata Kaprodi Ilmu Pemerintahan Fisip USK itu.

Menurut Wais, jika langkah tersebut bisa dimaksimalkan, maka kekurangan dari sistem proporsional terbuka seperti adanya politik uang yang begitu massif, persaingan tidak sehat antar calon, serta konflik berkepanjangan dapat di reduksi secara arif dan bijaksana.

“Sehingga Pemilu Indonesia nantinya dapat memberikan fairness dan equal (keadilan dan kesetaraan) kepada semua orang, tanpa kecuali,” demikian Wais Alqarni.

SUMBER : ANTARA

Share :

Baca Juga

SBY: Pilpres 2024 Akan Diatur Hanya 2 Pasangan yang Dikehendaki Mereka Acehzone.com

Pemilu

SBY: Pilpres 2024 Akan Diatur Hanya 2 Pasangan yang Dikehendaki Mereka
Partai Demokrat Targetkan 15 Persen Kursi Parlemen pada Pemilu 2024 Acehzone.com

Nusantara

Partai Demokrat Targetkan 15 Persen Kursi Parlemen pada Pemilu 2024
Sambut Baik Anis Capres Nasdem, Demokrat : Selaras Dengan Perubahan dan Perbaikan Acehzone.com

Nusantara

Sambut Baik Anis Capres Nasdem, Demokrat : Selaras Dengan Perubahan dan Perbaikan
Branding Politik di Era Digital untuk Mendulang Suara di Pemilu 2024 Acehzone.com

Headline News

Branding Politik di Era Digital untuk Mendulang Suara di Pemilu 2024
Samsul Bahri Resmi di Lantik Sebagai Anggota DPRA Fraksi Partai Demokrat Acehzone.com

Nusantara

Samsul Bahri Resmi di Lantik Sebagai Anggota DPRA Fraksi Partai Demokrat
Politisi Demokrat Zulfikar Sah Sebagai Wakil Ketua II DPRK Langsa PAW Ir Joni Acehzone.com

Politik

Politisi Demokrat Zulfikar Sah Sebagai Wakil Ketua II DPRK Langsa PAW Ir Joni
NasDem Ngaku 80% Akan Koalisi dengan Partai Demokrat dan PKS Acehzone.com

Politik

NasDem Ngaku 80% Akan Koalisi dengan Partai Demokrat dan PKS
Mendagri Usul Dana Bantuan Parpol Naik 3 Kali Lipat Sesuai Masukan DPR Acehzone.com

Politik

Mendagri Usul Dana Bantuan Parpol Naik 3 Kali Lipat Sesuai Masukan DPR